Saturday, August 20, 2005

kepada putri rampen (39)

sepasang kupu-kupu menari di taman
berkuntum-kuntum bunga
mekar di indahnya senja

sepasang kupu-kupu mengepak di taman
mengitari hari berdua
saling menjaga
berbagi mengisap madu

sepasang kupu-kupu menampik sedih di taman
di sela rinai hujan yang datang
tetap terbang dengan riang
hari esok adalah madu yang tak disia-siakan

sepasang kupu-kupu membawa kabar dari kejauhan
bisik rindumu yang kunantikan
membasuh pagi dan menyapa malam
melumatkan penat dan dingin panjang

sepasang kupu-kupu di malam berbulan
adakah keindahan musti dibiarkan?
ikhlaskan kami seperti kupu-kupu yang riang
di antara pucuk-pucuk daun dan kelopak bunga
menggapai setiap janji yang tak pernah selesai mencinta...

0 comments: