Sunday, August 21, 2005

kepada putri rampen (40)

malam tergerus sunyi. dingin menyelimuti. angin basah dan lampu kota berpendar muram. dalam langkah pulang aku merindumu sendirian. pada setiap tarikan napas, denyut nadi, juga jantung yang berdetak. selalu begitu, tak pernah selesai.

lihatlah perempuanku, Tuhan ada di sini. menemani riak hidup yang bergelombang. biarkan lelap mengendap, kan kugenggam jemarimu erat. melupakan kesedihan dan kegelisahan. tersenyum menyambut pagi, membawa harapan ke gerbang malam. ditemani jutaan bintang. mungkin sedikit remang cahaya bulan.

kita larut, bersama cinta yang tak tergantikan. sedikit pun aku tak akan pernah bisa membiarkanmu lelah dalam kehampaan... mari ikuti langkahku menjemput keabadian yang menjadi mimpi... berdua saja. menciptakan keindahan-keindahan.... tegar dan tak terlena dalam tangis dan tawa... i love you tha...

aku, lelakimu yang mengusung bulan kerinduan...

0 comments: