Friday, October 24, 2008

lalu hujan

kau menanti hujan
jatuh di beranda
menengadah
memeluk gerimis
enggan kehilangan


terkurung lupa
semua tiada
mimpi yang sakit
rindu yang sakit
luruh dalam dekapan
tersiksa hujan lamunan

kau tak percaya
sebab
pada setiap lenguhmu
selalu itu yang kau keluhkan
selalu itu yang kau gelisahkan

kau terkapar
tak mati-mati
hanya kosong
kedunguan mengambang
begitu panjang
dan hujan tak kunjung datang

0 comments: