Friday, May 19, 2006

semestinya...

semestinya
kita bisa
selesai malam ini
sedetik setelah
kubilang aku pergi

tapi yang terjadi
justru sebaliknya
aku tak pernah sanggup
untuk sekejap pun
menjauh dari hatimu

mungkin ini cinta
tapi bisa pula
hanya sisa-sisa
penasaran yang tercecer
rindu-rindu
yang tersia-siakan

dan kau pun tahu
aku tak pernah bisa
menghilang darimu
meski berulang kali
kukatakan
aku akan pergi

2 comments:

Mbah Dukun Jenggot Bau Tengik Onta Arab Lagi Boker di Padang Pasir said...

Mangkenye.....uda ane bilangin juga...

Anonymous said...

kau yang pernah menggariskan rindu tepat di jantungku
menorehkan satu demi satu kalimat panjang tentang ketabahan
menjadi simbol tentang gerimis
yang meringis

aku ingin pulang saat menatap hitam matamu
aku ingin kembali ke masalalu
aku ingin terbang

kau telah menuliskan kalimat panjang tentang manusia
tentang rindu yang abu, tentang hidup yang redup
dan aku tak mungkin kembali tanpa kilat matamu
yang memaku