Monday, July 18, 2005

kepada putri rampen (6)

malam ini dingin, mungkin sisa hujan sore. lampu kota muram tak bergairah. dan aku sendirian mengingatmu. kerinduan yang jauh, meruap begitu saja hingga mataku basah. lalu aku teringat dua puisi ini... untukmu, perempuan yang kucintai...

[--ketika cinta memanggilmu, dekatilah dia walau jalannya terjal dan berliku. jika cinta memelukmu, dekaplah dia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu... (gibran)--]

[--aku ingin mencintaimu dengan sederhana. dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. aku ingin mencintaimu dengan sederhana. dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada (sapardi)--]

babe, januari di senja yang basah masih milik kita...

1 comments:

ndrit said...

hmm.. puisi sapardi ini emang kren bgt... ga ada yg bisa nyaingin dehh.. memang begitulah cinta...