Saturday, July 23, 2005

kepada putri rampen (11)

tak terasa, seminggu sudah aku di medan. dibilang betah ya tidak, dibilang tidak ya betah. pekerjaan selalu membuat kita menikmati suatu tempat dengan terpaksa, meski sebetulnya, barangkali saja, kita tak begitu kerasan dengan tempat itu. tapi sudahlah. betah tak betah, yang penting kerjaku sudah selesai perempuanku... ada kelelahan yang terbayar saat semuanya beres. ada perasaan lega, meski belum sepenuhnya, karena sesampainya di jakarta aku masih harus membuat naskah...

sudah kubaca email-emailmu perempuanku. fiuh... lucu juga punya pacar kuliah di fakultas kedokteran. sesaat aku menjadi penutup empat katup jantungmu, lalu berubah menjadi atrium kiri dan kananmu... belum lagi selesai menjadi atrium, aku berubah lagi menjadi ventrikel kiri-kananmu... aku mengernyitkan dahi. kata-kata apa ini? dan agar aku paham maknanya, kucoba-coba mencari tahu. kalau empat katup, meski sejujurnya aku sama sekali belum melihat, bisalah kuterka katup itu seperti apa. tapi maksud dari kata atrium dan ventrikel? matilah awak, begitu kata orang medan.

untung saja ada google atau wikipedia. dan aku pun menjadi tak bego-bego amat. rupanya, aku baru tahu juga ini, jantung manusia terbagi menjadi empat ruang yang disebut atrium kiri, atrium kanan (semula bayanganku atrium yang dimaksud adalah sebuah plaza di kawasan senen, jakarta pusat, betapa bodohnya aku--ventrikel kiri dan ventrikel kanan.

nah, terus terang, sampai di sini aku bingung lagi. bayangan sih ada, tapi memaknai secara harafiah kata-kata itu agak repot juga. pokoknya, maaf kalau aku salah perempuanku, fungsi si atrium dan ventrikel ini memompa darah ke seluruh tubuh atau paru-paru. sekali lagi, kalau salah harap maklum... otakku yang alakadarnya ini tak sampai paham sebegitu jauh isi jantung manusia... hehehe... tapi jika benar, lucu juga aku diandaikan sebagai si atrium dan ventrikel. buat nama anak lucu mungkin ya? hahaha... ada-ada saja. ah, aku rasa, aku bukan sedang memompa darah perempuanku, tapi tengah memompa segenap kasih sayang yang aku punya, juga cinta yang ada di jiwaku ke seluruh tubuhmu... terima kasih telah menganggap aku sebegitu vital sehingga harus disebut sebagai empat katup di sebuah jantung... i love u so much babe...

besok sabtu. dan sekitar pukul setengah tiga petang, aku kembali ke jakarta. pulang ke rumah, bertemu keluarga. tak ada yang lebih menyenangkan selain mengingatmu dan berbincang-bincang dengan keluarga. di rumahku sedang ramai, karena lusa, adikku menikah. inilah pernikahannya yang kedua, setelah suami pertamanya bermain gila dengan perempuan lain. rupanya Tuhan tak membiarkan penderitaan adikku menjadi panjang. Dia pun memainkan perannya. jodoh yang selalu bergerak tiba-tiba, kini menghampiri adikku... untuk adikku tercinta, selamat! semoga pernikahan kali ini tak lagi diterpa badai yang membuat rumah tangga dan batinmu terguncang...

aku tak pernah bisa paham tentang sebuah penghianatan cinta. apa yang dilakukan suami adikku terdahulu, ketika dia begitu ringannya berselingkuh di saat adikku tengah hamil tujuh bulan, tak membuat nalarku sampai menganalisisnya: apa sih sebetulnya yang ada di kepala lelaki itu hingga dia begitu tega menghianati cinta adikku.

perempuanku... aku tak sedang mencoba meyakinkanmu bahwa aku betul-betul paham hati perempuan yang disakiti karena penghianatan cinta. tanpa kasus yang dialami adikku pun, sejujurnya, aku tak akan pernah tega berselingkuh. aku barangkali bukan manusia sempurna, tapi cinta yang baik, menurut aku, adalah bagaimana cara menjalaninya dengan cara-cara yang sempurna... bebas penghianatan dan menghargai betul arti kesetiaan... tak terbayangkah olehmu perempuanku bahwa begitu indahnya cinta yang terbungkus kesetiaan? berdua selalu hingga ajal tiba... ah, betapa anggunnya cinta seperti itu... aku ingin sekali merasakannya. kau mau merasakannya denganku perempuanku? kalau mau, ingat pesanku... rawat saja cinta kita ini baik-baik, maka Tuhan tak akan membiarkannya menjadi sia-sia... setialah, karena itu jalan terbaik dan harga tertinggi untuk sebuah cinta yang abadi... amin... (setelah tutup muka pake tangan... hehehe... ). kidding babe... nih yang benar: amin... (baru deh tutup muka pake tangan). aku selalu tersenyum mengingat ceritamu ketika berdoa di hadapan ratusan mahasiswa itu... tutup tangan dulu, baru deh amin... hahaha. lucu sekali sih kamu... gemas aku... boleh aku bilang, i love u honey...?

malam ini aku sendirian perempuanku. theo dan husni sedang ke kafe. mereka ingin minum bir rencananya. aku malas. aku tak pernah bisa menenggak jenis minuman beralkohol. kepalaku pasti akan pusing karenanya. teh botol saja cukuplah buatku. atau aqua buah. selain itu, tempat-tempat seperti itu juga tak membuat aku nyaman. ada semacam rasa tidak betah yang terus mengajak aku keluar... karena itulah, aku lebih baik menulis email ini untukmu... lalu kembali ke hotel, mandi, dan tidur. mudah-mudahan bisa bermimpi tentangmu...

perempuanku yang baik...
aku tadi potong rambut. ada di kantor yang kebetulan memang tugasnya mengurusi reporter agar selalu rapi. dia protes karena setiap aku on screen, rambutku acak-acakan. namanya mbak nunung. dia presenter. sudah agak tua, makanya cerewet. tapi apa mau dikata, kupingku sulit tahan dengan perempuan yang cerewet. lebih baik aku turuti sajalah. maka kini, meski benar-benar tak rela, rambutku tak lagi gondrong. cepak... fiuh... terus terang, aku selalu sebal dengan rambut agak-agak botak begini. kau tahu sebabnya perempuanku? di jakarta itu, anak-anak sekolah yang cowok, saat di bus, selalu berani menatapku kalau rambutku pendek. mungkin karena dikiranya aku anak kemarin sore. tapi kalau rambutku agak-agak gondrong, mereka segan dan aku bisa dengan sedikit belagu pasang tampang sangar ke mereka, sehingga mereka tak akan berani macam-macam. hehehe... itu salah satu alasan kenapa aku lebih suka rambut gondrong sedikit. yah tak panjang-panjang amat, tapi jangan sampai botaklah...

ah, sudahlah, bubur sudah tak bisa lagi menjadi nasi. rambutku kini sudah cepak dan mungkin akhir januari nanti, di saat senja basah karena sisa hujan, ketika kita berjumpa, rambutku sudah agak sedikit lebih panjang dari sekarang... eh, kau mau lihat foto-foto rambut baruku? kukirim ke emailmu di yahoo... tak seberapa ganteng memang, tapi lumayanlah untuk jadi tempat curhat sehari-hari... hehehe... i miss u babe... ke mana saja sih? sibuk banget ya sampe jarang online?

memang babe... menjelang selesai, biasanya tugas kampus tuh menjadi bertumpuk. sabar ya. saat lulus nanti engkau pasti akan merasakan kebahagiaan yang tak terbayangkan... yang penting kamu jangan sampai telat makan. juga jangan memaksakan diri begadang, karena matamu yang bagus itu bisa tidak cerah. o ya, peceleletis itu penyakit apa sih? pecel lele itu enak lho... kamu tuh ya...

oh ya aku baru ingat, kamu itu senang sekali pakai celana super pendek di library ya? waduh... hati-hati ada mr smith... wah... bikin degdegan saja sih nih... memang tak ada ya celanamu yang tidak pendek? celana tujuh per delapan kayaknya manis deh... bagaimana ini ya? jangan centil dan nakal ya... biasa-biasa saja... tapi aku percaya padamu perempuanku... dan tolong jaga kepercayaan ini sebaik mungkin, seperti aku menjaga cintamu, sayangmu, dan kepercayaan yang engkau berikan buat aku...

aku pamit dulu... mudah-mudahan, sebelum engkau ke quebec, kita bisa berbincang di yahoo... aku rindu sekali... love u bidadariku... take care.... dan sukses buat papernya... salam juga buat teman-temanmu....

aku, lelaki jantanmu...

2 comments:

Bill said...

wah Bull yang jantan.. :) sebenernya saya kurang setuju sih kalo kamu gondrong.. hmmm agak-agak mas-mas gitu.. hehehee... pa kabar maniezz...??

me said...

hehehe! bill!!! gimana cina? si papah sehat gak? aduh kesian si papa hudoro ya... cepet sembuh ya bill... lagian bukan mama hudoro aja sih yang ngobatin? dia jago kan bedah-bedah? eh bill, masa sih saya kayak mas-mas? tega amat... :)